Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain ---- Harta akan habis digunakan tanpa ilmu, tapi sebaliknya ilmu akan berkembang jika digunakan dan dimanfaatkan

Selasa, 02 April 2013

PELAKSANAAN PENDIDIKAN ALTERNATIF


Antara guru, fasilitator, dan orang tua

Sains dan teknologi di satu sisi memang mengakibatkan dampak negatif, bahkan menghancurkan kehidupan. Tetapi di sisi lain, sains dan teknologi juga dapat membangun kehidupan yang maju, modern, dan juga beradab. Sampai sekarang, teknologi masih dikuasai Barat, sehingga Baratlah yang sekarang menggenggam dunia dengan inovasi dahsyat di segala aspek kehidupan. Bangsa Timur lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa. Sejarah umat manusia ditentukan Barat. Inilah yang harus segera diakhiri dengan lahirnya kader-kader muda melek ilmu pengetahuan dan teknologi inovatif yang melahirkan karya-karya baru yang monumental. Apa yang sudah dirintis dan dipersembahkan BJ Habibie harus diteruskan oleh kader-kader muda. Lembaga pendidikan bertanggungjawab melahirkan kader-kader muda andal ini.
Sistem pendidikan nasional bercita-cita menghasilkan alumni clock builders, yaitu sarjana dan cendikiawan pembuat sejarah baru bagi indonesia, sehingga mampu hidup terhormat dalam tata kehidupan internasional yang maju dan berkeadaban. Bukan time teller, yaitu tukang cerita yang hanya mampu memceritakan kembali apa yang telah dipelajari. Konsep sistem pendidikan nasional berambisi mejadikan pendidikan indonesia mampu berbicara dan menjawab berbagai masalah dan musibah nasional.[1]
Pendidikan di indonesia sekarang ini jauh tertinggl dari negara-negara tetangga. Padahal mereka dulu belajar pendidikan dari indonesia. Ketertinggalan pendidikan indonesia di dunia tidak terlepas dari berbagai faktor, diantaranya adalah kurangnya guru yang berkualiatas, anggaran pemerintah untuk pendidikan terlalu kecil, biaya pendidikan yang mahal, dan lain-lain. Kemajuan pendidikan di indonesia sudah menjadi tanggungjawab kita semua, bukan hanya tangggung jawab pemerintah sebagai penyedia pendidikan. Tetapi harus saling mendukung  antara masyarakat dan pemerintah. Lebih-lebih guru, fasilitator pendidkan, dan orang tua murid harus saling mendukung, sehingga pendidikan di Indonesia lebih maju di dunia internasional. Menciptakan pendidikan yang bermutu, maka guru sebagai pendidik, pemerintah sebagai fasilitator, dan orang tua sebagai pengawas anaknya dalam pendidikan harus saling mendukung dalam pendiikan.
            Pendidikan akan maju apabila di dukung dengan guru yang berkualitas. Dalam hal ini, guru adalah aktor utama di samping orang tua dan elemen lainnya kesuksesan pendidikan yang dicanangkan. Tanpa keterlibatan aktif guru, pendidikan kosong dari materi, esensi, dan substansi. Secanggih apapun kurikulum, visi misi, dan kekuatan finansial, sepanjang gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas lembaga pendidikan akan merosot tajam. Sebaliknya, selemah dan sejelek apapun sebuah kurikulum, visi misi, dan kekuatan finansial, jika gurunya inovatif, progresif, dan produktif, maka kualitas lembaga pendidikan akan maju pesat. Lebih-lebih jika sistem yang baik ditunjang dengan kualitas guru yang baik dan inovatif, maka kualitas lembaga pendidikan semakain dahsyat.
            Di sinilah letak strategis guru dalam dunia pendidikan. Karena itu, tidak ada pilihan lain, guru-guru yang ada harus mampu memosisikan diri sebagai guru yang ideal dan inovatif, yakni guru-guru yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang kian maju dan kompetitif, mempunyai kekuatan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial yang tinggi, dan kreatif melakukan terobosan dan pembaruan yang kontinu dan konsisten.
            Fakta yang ada menunjukkan, banyak guru di negeri ini tidak sesuai dengan harapan di atas. Mereka belum mencerminkan diri sebagai guru ideal dan inovatif yang siap mendidik siswa dengan profesionalisme dan optimisme. Kapasitas intelektual yang rendah, kedisiplinan yang lemah, semangat belajar yang hampir hilang, integritas moral yang sering menyeleweng, dan dedikasi sosial yang rendah adalah potret buram guru. Hal ini membuat lembaga pendidikan berjalan stagnan, bahkan terkesan mundur. Buktinya, banyak mahasiswa negara lain yang dulu belajar di negeri ini, seperti Malaysia, sekarang berbalik. Mahasiswa negara ini justru yang harus belajar dari bekas muridnya. Bukannya negatif, tapi ini menunjukkan bahwa pendidikan di negeri ini mengalami kemunduran dan keterbelakangan, kurang mampu mengantisipasi tantangan masa depan secara akurat, efektif, dan miskin kreatifitas dan inovasi.
            Pemerintah sudah berupaya dengan maksimal meningkatkan kompetensi dan kapabilitas intelektual, emosional, dan sosial guaru dengan program sertifikasi dan stratifikasi S-1 dan D-4, namun hasilnya masih jauh dari harapan. Alih-alih bisa memajukan kualitas para guru, kebijakan ini justru banyak disalahgunakan oleh guru sebgai ajang pembohongan massal yang mencederai integritas moralnya demi mengajar kompensesi materi yang dijanjikan pemerintah.
Guru adalah figur inspirator dan motivator murid dalam mengukir masa depannya. Jika guru mampu menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak didiknya, maka hal itu akan menjadi kekuatan anak didik dalam mengejar cita-cita besarnya di masa depan. Contoh murid-murid Indonesia yang mengharumkan nama bangsa dalam kancah olimpiade fisika internasional dengan menyabet gelar bergengsi, emas, perak, dan perunggu. Keberhasilan mereka tidak lepas dari peran guru-guru mereka yang hebat dan selalu mendorong mereka untuk mencapai hasil terbaik dan tidak cepat merasa puas dengan prestasi yang diraih.
            Peran guru sangat vital bagi pembentukan kepribadian, cita-cita, dan visi misi yang menjadi impian hidup anak didiknya di masa depan. Di balik kesuksesan murid, selalu ada guru yang memberikan inspirasi dan motivasi besar pada dirinya sebagai sumber stamina dan energi untuk selalu belajar dan bergerak mengejar ketertinggalan, menggapai kemajuan menorehkan prestasi spektakuler dan prestesius dalam panggung sejarah kehidupan manusia.
            Guru adalah salah satu jendela melihat dunia bagi anak didiknya, selain kedua orang tuanya, televisi, internet, dan lain-lain. Guru masih memegang peranan sentral dalam membukakan pikiran siswa untuk melihat dunia yang berkembang dangan cepat dan dinamis. Guru tidak hanya membuka jendela dunia, tetapi sekaligus menyeleksi, memfilter, dan memberikan informasi terbaik kepada murid-muridnya. Peran ini berbeda dengan sumber informasi lainnya, seperti televisi, radio dan internet yang bebas nilai, seperti pasar bebas yang menyerahkan segala programnya kepada konsumen, tanpa memberikan bimbingan, arahan, dan filter yang baik.
            Perkembanga pesat teknologi informasi saat ini, kiranya menumbuhkan tantangan tersendiri bagi guru. Mengingat guru sudah bukan satu-satunya sumber informasi hingga muncul pendapat bahwa pendidikan bisa berlangsung tanpa guru. Hal ini benar, jika pendidikan diartikan sebagai proses memperoleh pengetahuan. Namun perlu diingat, pendidikan juga media pendewasaan, maka prosesnya tidak dapat berlangsung tanpa guru.
            Menjadi guru yang ideal memang tidak mudah, namun hal itu dapat terwujud apabila guru punya niat yang baik dan bersungguh-sungguh untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Ada beberapa kriteria guru ideal yang seharusnya dimilki bangsa indonesia di abad 21 ini. Pertama, dapat membagi waktu dengan baik, dapat membagi waktu antara tugas utama sebagai guru dan tugas dalam keluarga, serta dalam masyarakat. Kedua, rajin membaca. Ketiga, banyak menulis. Gemar melakukan penelitian. Kelima, kreatif dan inovatif. Kelima kriteria tersebut merupakan hal yang diperlukan seorang guru untuk menjadi guru  yang ideal.[2]
Selain guru yang harus ditingkatkan kualitasnya dalam dunia pendidikan. Ada lagi yang berperan penting dalm memajukan pendidikan indonesia, yaitu fasilitator. Fasilitator di sini dapat dikatakan sebagai pemerintah yang punya biaya untuk memfasilitasi pendidikan. Di tengah-tengah sarana dan prasarana pendidikan yang amburadul dan kuarang memadai, pemerintah malah dengan gencarnya mrealisasikan pembengunan gedung baru anggota dewan yang dapt menghabiskan biaya triliunan rupiah. Padahal kalau kita tengok gedung sekolah di pelosok negeri ini banyak yang sudah rusak dan fasilitas pendidikan yang kurang memadai. Ironis sekali bangsa ini, di tengah keterpurukan pendidikan pemerintah malah ngotot untuk membangun gedung baru.
Anggaran yang besar untuk mambangun gedung baru anggota dewan, kalau dianggarkan untuk membangun ruang kelas dan memfasilitasi pendidikan, maka ribuan kelas akan terbangun di pelosok negeri ini, bahkan tidak menutup kemungkinan  tidak akan ada sarana pendidikan yang rusak. Dengan begitu, anak negeri ini tidak akan ada lagi yang belajar di tenda, genteng yang bocor, fasilitas yang kurang, karena sangat besar peerhatian pemerintah terhadap pendidikan. Inilah harapan masyarakat indonesia terhadap pemerintah dengan pendidikan yang berkualitas, mudah di jangkau oleh semua lapisan masyarakat, dan fasilitas yang memadai. Apabila hal ini dapat terwujud maka tujuan yang ingin di capai dari proses pendidikan dapat terlaksana. Oleh sebab itu, pendidikan di nergeri ini harus terus dikembangkan sampai pada level tertinggi dalam sejarah peradaban manusia. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam majunya suatu kualitas kehidupan. Dengan pendidikan, maka ketidaktahuan yang merupakan cermin kebodohan dapat diberantas.
            Peran pemerintah sebagai fasilitator sangat penting dalam menerapkan sistem dan tujuan  yang ingin dicapai dari proses pendidikan. Jangan sampai pemerintah lalai dalam memenuhi pendidikan untuk setiap warga negaranya yang membutuhkan pengetahuan dan informasi yang seluas luasnya. Di sinilah pentingnya esensi pendidikan, di mana faktor utama pengembangan pola pikir harus ditentukan agar tujuan untuk memajukan pengetahuan rakyat dan warga negara dapat terlaksana. Untuk saat ini sangat baik apabila mengubah paradigma bahwa pendidikan harus diberikan secara formal, dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah dengan mencantumkan atribut-atribut tertentu kepada peserta didik demi kesetaraan dan identitas peserta didik atau pelajar untuk dikatakan sebagai pelajar.
            Sudah saatny pemerintah lebih menekankan kualitas pendidikan dengan memberikan akses seluas-luasnya kepada pemikiran peserta didik serta kemandirian untuk memperoleh segala informasi dengan tujuan membangun pendidikan. Sudah tidak zamannya lagi mengekang pemikiran siswa ataupun pelajar dalam menjawab ataupun mengeksplorasi segala pengetahuan yang ada di dunia. Dari langkah-langkah inilah, pendidikan di negeri ini bisa maju.
            Fasilitas yang menunjang dan memadai dalam pendidikan sangat penting. Pesarta didik akan lebih keratif apabila fasilitas yang ada disekolah dapat menunjang pembelajaran. Fasilitas pendidikan yang diberikan pemerintah saat ini jauh dari harapan. Padahal dengan fasilitas yang ada di sekolah ide dan kcerdasan peserta didik akan terakomodasi. Oleh karena itu, pemerintah sudah seharusnya lebih memperhatikan fasilitas pendidikan di negri ini, sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekurangan ruangan kelas atau fasilitas lainnya yang mendukung terciptanya pendidikan yang efektif.
            Tidak seperti selama ini, di mana pendidikan di indonesia dinilai lamban, bahkan mundur jauh dari negara-negara lain yang terus berpacu dengan waktu. Lemahnya sarana fisik menajadi salah satu faktor menurunnya pendidikan di indonesia. Walhasil, jika pendidikan kita diumpamakan mobil, mobil itu berada di jalan yang salah yang sampai kapan pun tidak akan pernah mengantarkan kita ke tempat tujuan. Di samping salah jalan, mobil itu mengalami kerusakan dan gangguan teknis di sana-sini: bannya kempes, mesinnya bobrok, lampu mati, dan jendelanya rusak. Apabila mobil tersebut dibiarkan begitu saja, makan akan tambah rusak dan tidak bisa mengantarkan ke tempat tujuan. Begitu juga dengan pendidikan tanpa ada perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan, maka pendidikan di indonesia akan mundur. Perhatian pemerintah terhadap sarana pendidikan harus lebih diutamakan demi kemajuan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa ini.
            Selain guru dan fasilitator adalagi yang punya peranan untuk kemajuan pendidikan di negeri ini, yaitu orang tua. Peran orang tua dalam pendidikan sangat besar, karean orang tua adalah orang prtama yang mengawasi anaknya dalam keluarga sebagi generasi penerus. Orang tua bertanngungjawab akan pendidikan anak-anaknya. Orang tua yang berhasil mendidik anak-anak mereka pada masa kanak-kanak tidak akan banyak kesulitan pada masa remaja, karena mereka telah memberikan fondasi yang benar bagi bangunan psikologis anak-anak mereka. Jadi, pada masa remaja mereka tinggal menyiram tumbuhan keperibadian itu dengan lebih intens, sehingga dapat tumbuh dengan subur dan pada akhirnya mereka dapat memetik hasil jerih payah mereka di masa yang lalu.
            Orang tua bertanggungjawab dan memegang peranan penting terhadap proses pembelajaran pendidikan anak-anaknya. Anak merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap orang tua. Setiap orang tua tentu menginginkan anak tumbuh dan berkembang dengan baik, mendapat pendidikan yang dapat mengembangkan potensi bakat dan keterampilan yang dimilikinya secara maksimal. Orang tua juga menginginkan anak-anaknya untuk mendapatkan akhlak, moral, dan budi pekerti yang baik, sehingga si anak dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif, dan bermafaat bagi keluarga serta lingkungan masyarakat di mana ia tinggal. Hampir semua tujuan utama setiap orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya secara umum adalah untuk mempersiapkan si anak agar dapat menjadi manusia dewasa yang mandiri dan produktif serta berakhlak dan berbudi pekerti yang tinggi.
            Orang tua harus bisa mengawasi pergaulan dan lingkungan anak-anak di mana dia tinggal. Lingkungan yang kondusip akan berpengaruh terhadap perkem-bangan anak, anak-anak dapat belajar dengan tertib, lepas dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan menu televisi yang tidak bertanggung jawab. Dari lingkungan yang kondusip ini, anak-anak akan tumbuh dengan baik, maghargai dan memuliakan ilmu, semangat belajarnya tinggi, dan idealisme tumbuh dengan baik. Lebih baik lagi, jika ada tempat belajar untuk belajar orang tua mereka.  
Sinergi dari pendidikan orang tua dan anak didik ini akan membuat lingkungan tersebut mejadi lingkungan ilmiah yang asri, nyaman, indah, tenang, dan penuh cahaya Ketuhanan yang suci nan agung. Daerah tersebut akan menjadi kota pendidikan, karena masyarakat sadar pentingnya ilmu pengetahuan. Selain tempat yang kondusip, perlu juga ada pengawasan yang intensif dari orang tua secara bergiliran terhadap lingkungan belajar, sehingga dapat berjalan dengan aman, tenang, nyaman, dan indah.
Pengawasan dan kontrol orang tua terhadap anak-anaknya akhir-akhir ini sangat dibutuhkan. Sebab, anak-anak dihadapkan pada perkembangan media elektronik yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Suguhan televisi dan internet yang cendurung kurang mendidik menjadi santapan setiap hari anak-anak. Hal ini kalau dibiarka akan berpengaruh besar tehdap pendidikan anak. Menurut Abu Ahmad Zainal Abidin bin Syamsudin (2008), yang dikutip oleh Jamal Ma’mur Asmani,  saat ini yang sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku, dan keperibadian anak adalah media elektronik dan cetak.[3] Kalau orang tua tidak berhati-hati dan waspada terhadap kedua media ini, maka tidak jarang anak-anak akan tumbuh sebagaimana yang ia peroleh dari kedua media ini.
Orang tua mempunyai andil besar tehadap perkembangan dan kemajuan pendidikan bangsa ini. Program pemerintah dalam pendidikan dapat dikontrol oleh orang tua. Apakah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak?. Disinilah fungsi orang tua sebagai pengawas program pendidikan pemerintah. Begitu juga orang tua harus bisa mnedukung program pemerintah dalam pendidikan, sehingga dapat mengarahkan anak-anaknya menjadi manusia yang berguna bagi bangsanya. Dukungan dan pengawasan terhadap program pen-didikan yang dijalanakan oleh pemerintah menjadi faktor yang sangat besar untuk menciptakan pendidikan yang lebih maju dan berkembang di negeri yang kita cintai ini.
Dengan demikian, untuk menciptakan pendidikan yang bermutu tidak hanya kurikulum yang baik, fasilitas yang memadai, guru yang berkualitas. Akan tetapi, dukungan dari semua pihak itulah yang akan  meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia. Semua unsur dan kalangan harus bahu membahu membantu dan mendukung program pemerintah dalam pendidikan. Apalagi kalau ditunjang dengan guru yang berkualitas, sarana dan pra sarana serta fassilitas yang memadai, dan orang tua yang mendukung dan mengawasi anak-anaknya, maka pendidikan indonesi akan maju bahkan akan mengalahkan negara-negara super power.
Sudah saatnya bangsa indonesi bangkit dari keterpurukan pendidikan yang sudah lama ini. Masih banyak anak-anak negeri ini yang mempunyai kecerdeasan yang luar biasa, bahkan dapat berprestasi di kancah internasional. Untuk itu, kunci utama untuk bangkit dari keterpurukan pendidikan ini adalah dengan meningkatkan kualiatas guru, perhatian pemerinah sebagi fasilitator, dan dukungan orang tua. Pendidikan di indonesia jauh akan bermutu dibandingkan dengan negara-negara tetangga jika semua kalangan bersatu memjukan pendidikan indonesia. Semoga bangsa kita bisa bangkit dari keterpurukan pendidikan dan menjadi bangsa yang berkulitas dalam pendidikan. Amiin ya Robba’alamin.


[1] Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovati,. (Yogyakarta: DIVA Press, 2009), hlm.58.
[2] Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovati, (Yogyakarta: DIVA Press, 2009), hlm. 21.
[3] Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovati, (Yogyakarta: DIVA Press, 2009), hlm. 62.