Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain ---- Harta akan habis digunakan tanpa ilmu, tapi sebaliknya ilmu akan berkembang jika digunakan dan dimanfaatkan

Selasa, 30 April 2013

Dampak Global Warming


Sungguh sangat susah dibayangkan apabila global warming memang terjadi secara maksimal. Tentunya kehidupan dimuka bumi ini dipastikan akan punah disebabkan perubahan lingkungan yang begitu ekstrem. Berdasarkan perkiraan sejumlah ahli, suhu bumi saat ini meningkat 0,5 oC dari level 150 tahun silam. Kenaikan akan terus meningkat jika tak ada kemauan Negara maju menurunkan laju pelepasan gas rumah kaca (emisi). Kenaikan muka laut sudah terasa disejumlah negara, termasuk Indonesia. Kota Semarang Belawan (Medan), dan jakarta merupakan kota terdampak kenaikan muka laut itu, berkisar 5-9,37 mm pertahun pada tahun 1990-an. Berdasarkan skenario panel internasional antar pemerintah untuk perubahan iklim (IPCC), kenaikan suhu bumi hingga 1 meter pada tahun 2100. puluhan juta penduduk seluruh dunia akan terancam migrasi karena banjir, kekurangan air, dan iklim ekstrem.[1] Selain itu, Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan laut yang dapat mengancam pemukiman di pinggir pantai.[2]
Pemanasan global berbicara perihal meningkatnya kadar gas-gas rumah kaca. Padahal gas-gas tersebut jika dalam jumlah besar akan berakibat buruk bagi kesehatan manusia. Contoh gas rumah kaca yang berbahaya dalam jumlah besar bagi kesehatan manusia diantaranya CO2 dan CO. Kedua gas ini berpotensi membahayakan karena atom C sangat mudah berikatan dengan atom O. Oksigen (O2) yang dibutuhkan oleh manusia untuk bernapas akan diikat oleh atom C sehingga ada kemungkinan akan kekurangan oksigen jika kadar gas-gas tersebut diatas cukup banyak. Kejadian semacam itu sempat kita saksikan lewat media TV bahwa beberapa orang tewas setelah tidur diruangan dimana generator dihidupkan. Contoh lain adalah kita dilarang meletakan tanaman di dalam kamar karena akan saling berebutan oksigen dengan kita pada malam hari.
Pengaruh gas CO dalam darah dapat dilihat pada tabel berikut:

Konsentrasi CO dalam darah (%)
Dampak
 kurang 1,0
Kurang berpengaruh
1,0-2,0
Keadaan tubuh kurang seimbang
2,0-5,0
Mempengaruhi sistem saraf dan mempengaruhi panca indr terhadap lingkungan mulai berkurang
5,0-10,0
Mempengaruhi fungsi organ jantung dan paru-paru
10,0-80,0
Sakit kepala yang berkepanjangan, mual, muntah, sukar bernapas, dan kematian.
  
Pengaruh gas CO2 terhadap kesehatan dapat dilihat pada tabel berikut:

Konsentrasi CO2  (ppm)
Dampak
3-5
Jumlah minimal yang dapat tercium
8-12
Jumlah minimal yang dapat menyebabkan iritasi tenggorokan
20
Jumlah minimal yang dapat mengakibatkan iritasi mata, batuk, dan jumlah maksimal kontak langsung yang lama
50-100
Jumlah maksimal kontak langsung selama 30 menit
400-500
Berbahaya meskipun kontak langsung hanya sebentar.[3]


Menurut sumber yang diperoleh dari koran kompas 7 Desember 2009 pada halaman 1 diperoleh data sebagai berikut:
1.        Kenaikan suhu 2 oC berpotensi menurunkan hasil panen di banyak daerah, khususnya di negara yang sedang berkembang.
2.        Kenaikan suhu sebesar 1 oC berpotensi terhadap menghilangnya pegunungan es kecil, pada suhu 2 oC sampai 4 oC berpotensi terhadap penurunan ketersediaan air di banyak daerah termasuk mediterania dan afrika selatan, kenaiakan 5 oC mengancam kota besar.
3.        Kenaikan suhu sebesar 1 oC berpotensi merusak ekosistem terumbu karang, pada level 2 oC sampai 5 oC berpotensi terhadap kepunahan banyak spesies tumbuhan dan hewan.
4.        Kenaikan suhu 1 oC sampai 5 oC memungkinkan cuaca buruk. Intensitas badai yang tinggi, kebajaran hutan, kekeringan, banjir, dan gelombang panas.

Secara umum resiko yang ditimbulkan oleh global warming antara lain:
1.        Terjadi perubahan pola iklim di dunia
2.        Arah angin, kecepatan angin, curah hujan brubah.
3.        Gunung es mencair
4.        Perkembangan nyamuk dan lalat menngkat
5.        Penurunan kesehatan masyarakat
6.        Hasil budidaya tanaman turun secara gradual
7.        Penurunan pertumbuhan ekonomi penduduk.[4]


[1] Kompas, Senin 7 Desember 2009. hal 15
[2] Dr. Rukeishi Ahmad, M.Si, Kimia Lingkungan. Hal 4
[3] Srikandi Fardiaz, 1992, Polusi air dan udara. Dikutip oleh Maryati dkk.
[4] Hand Out, Maya Rahmawati, M.Si 2009 (Dosen pengampu mata kuliah Kimia Lingkungan Fakultas saintek UIN Sunan Kalijaga).